Jakarta (KABARIN) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter di sejumlah wilayah perairan selatan Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Plt. Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Agie Wandala Putra, mengatakan kondisi tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 6 Juni 2026.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Banda," kata dia.
Menurut Agie, fenomena ini dipicu oleh pola angin di wilayah selatan Indonesia yang bertiup cukup konsisten dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 6 sampai 25 knot.
Kondisi tersebut kemudian memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan, terutama yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Berdasarkan peta prakiraan BMKG, gelombang setinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi di kawasan Samudra Hindia bagian barat Sumatra, khususnya di perairan Bengkulu dan Lampung.
Potensi gelombang tinggi juga diperkirakan terjadi di wilayah perairan selatan Pulau Jawa, mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Tidak hanya itu, pergerakan gelombang tinggi dipantau terus bergeser ke arah timur dan berpotensi memengaruhi perairan Samudra Hindia di selatan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT).
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, nelayan, hingga pelaku transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut.
Pasalnya, gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut dan mengganggu aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil hingga menengah.
"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," kata dia.
Karena itu, masyarakat yang berencana melakukan aktivitas di laut maupun wilayah pesisir disarankan untuk terus memantau informasi cuaca dan kondisi gelombang terbaru dari BMKG agar dapat mengantisipasi potensi risiko yang mungkin terjadi.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026